PEDULI KEBUDAYAAN KEI

Prof.Dr.Sartono Kartodirdjo (1982) mengemukakan bahwa dalam setiap upaya penyusunan kembali suatu relitas sejarah, peneliti/penulis terlebih dahulu perlu memiliki pemahaman atas :
a. Sejarah naratif : ingin membuat deskripsi tentang masa lampau dengan merekonstruksikan “apa yang terjadi” serta diuraikan sebagai ceritera, dengan perkataan lain “kejadian-kejadian” penting diseleksi dan diatur menurut poros waktu sedemikian rupa sehingga tersusun sebagai ceritera (story).
b. Sejarah non-naratif: tidak menyusun ceritera tetapi berpusat pada masalah, jadi problem-oriented. Dengan banyak meminjam dari ilmu sosial, dicoba mengungkap pelbagai tingkat atau dimensi dari realitas sejarah, lalu dipilihnya satu atau sekelompok serta diuraikannya secara sistematis mungkin. Fakta-fakta yang dikonstruksikan berbeda dengan fakta dari sejarah naratif.(Prof.Dr.Sartono Kartodirdjo (dalam buku “ Pemikiran Dan Perkembangan Historiografi Indonesia: Penerbit PT Gramedia, Jakarta,1982, hal.5).

Jika kita inginkan kepastian sejarah kebudayaa Kei, kita perlu sepakati terlebih dahulu diskusi kita menggunakan pendekatan yang mana. Data dapat kita cari dari berbagai sumber pustaka atau banyak nara sumber lisan. Membaca banyak tulisan yang tersebar di beberapa perpustakaan, a.l. Rumpius Ambon, Kolsani Yogyakarta dan tempat lain, hampir sebagian besar dalam bahasa Belanda, Inggris, Potugis  dan Perancis. Ada beberapa dalam bahasa Indonesia, bahkan terselip beberapa dokumen dalam bahasa Kei. Hampir semuanya menggunakan pendekatan Sejarah Naratif.

Thn 1981 selama setahun saya “mengembara” di Kei besar. Saya gunakan kesempatan itu untuk  mempelajari sejarah kebudayaan Kei. Banyak pertanyaan tentang sejarah budaya Kei tidak kutemui jawaban yang pasti. Ambil contoh versi asal usul pembentukan Hukum Lar Vul Nga Bal yang dikisahkan di Kei Besar tidak persis sama dengan penuturan lisan yang kita warisi turun temurun di Kei Kecil.

Oke, itu tantangan kita. Saran saya, mulai saja mengangkat salah satu tema yang mendasar dan kita diskusiklan. sebagai contoh; apakah hukum Lar Vul Nga Bal diciptakan oleh dua tokoh berbeda di dua tempat berbeda, ataukah satu hukum yang ditetapkan di satu tempat oleh beberapa pihak,kemudian disepakati bersama menjadi hukum adat Kei?

Demi hasrat dan upaya menelusuri sejarah kebudayaan Kei, saya ingin berbagi info tentang beberapa sumber pustaka yang boleh saudaraku sekalian cari di perpustakaan yang tersebar di Indonesia :
1. H.Geurtjens, M.S.C ; “ Uit Een Vreemde Wereld of Het Leven En Streven Der Inlanders Op De Kei-Eilanden. .’s-Hertogenbosch:Teulings’Uitgeverst-Maatscappij; 1921; Perpustakaan Kolsani dan Perpustakaan Seminari Tinggi Kentungan, Yogyakarta).
2. H.Geurtjens, M.S.C ; Woordenlijst der Keieesche taal (Kamus bahasa Kei);Verhand,V.H.Batav.Genoots.V.Kunsten & Wetens.,63/3; 1021, Weltevreden dsl.Albrecht &Co.dsl. ; Perpustakaan Kolsani dan Perpustakaan Seminari Tinggi Kentungan, Yogyakarta;
3. H.Geurtjens, M.S.C; Keieeche Legenden; Bahasa daerah Kei (Evav) dengan terjemahan Bahasa Belanda; Weltwvreden ,A.Emmink & ‘s-Hage.M.Nijhoft,1924. ; Perpustakaan Kolsani dan Perpustakaan Seminari Tinggi Kentungan, Yogyakarta.
4. H.Geurtjens, M.S.C ; Zijn plaats onder de zon; Roermond dsl..Romen t.thn… Perpustakaan Kolsani dan Perpustakaan Seminari Tinggi Kentungan, Yogyakarta.
5. J.Kunst; Een en ander over Muziek en den Dans op de Kei-Eilanden; druk de Bussy-Amsterdam 1945 ; Perpustakaan Kolsani dan Perpustakaan Seminari Tinggi Kentungan, Yogyakarta.
6.C.Bosscher; “ Bijdragen tot de kennis van de Keij-eilanden”Jld. 4,(1855) halam 22-23 tentang perkapalan Kei,

7.Walter Nutz; Eine Kulturanalyse von Kei,beitrage zur vergleochenden Volkerkunde Ost Indonesia, Dijsseldorf,1959,halaman 27,145)

8.Zakarias Argun Rumlus ; Ceritera Pada Masa Raja Ohoiwuur; Letfuan, 1922; Disalin kembali oleh Raymundus Inuhan dan Pastor P.B.Resubun MSC; Langgur, 1973.
9. Jan van den Bergh, MSC ; Godienst, Eredienst,Toovenareij en Beijgelovevigheid bij de Heijdensche Keiezen; Annaalen MSC;1928. Yogyakarta: Perpustakaan Kolsani dan Perpustakaan Seminari Tinggi Kentungan.
10. Dee; “Adatstaatsrechtelijke indeeling Kei-einlanden”, Copy of letter to the Governor of Maluku in Ambon. No.2213/30,Desember 15,1934, Amboina;1934.
11. F.A.E. Van Wouden; Types Of Social Structure In Eastern Indonesia;Englis Translation by Rodney Nedham;The Hague-Martinus Nijhoff; 1968.
12. Murwati Djoened Poesponegoro dan Nogroho Notosusanto; di dalam buku Sejarah Nasional Indonesia Jld. II dan III edisi ke 4;Balai Pustaka;Jakarta 1984.
13. Anton Gillen MSC; Ulasan Singkat Mengenai Nama, Penduduk, Raja-Raja Di Pulau Evav; Langgur, thn 1979
14. Anton Gillen , MSC ; Adat Istiadat Evav; Langgur , thn…
15. Sartono Kartodirdjo; Sejarah Nasional Indonesia II; Balai Pustaka; Jakarta ,1975.
16. Prof.Dr.Sartono Kartodirdjo (dalam buku “ Pemikiran Dan Perkembangan Historiografi Indonesia: Penerbit PT Gramedia, Jakarta,1982, hal.5),
17. Ph. Renyaan ; Kursus Adat Istiadat Evav;Langgur,1976
18. Barraud,Cecile; Tanebar-Evav; Une Societe maison tournee vers le large. Cambridge, London, New York etc. Cambridge University Press; 1979. Ambon : Perpustakaan Rumpius.
19. Resubun P.B. MSC; Sekelumit Sejarah Kepulauan Kei; Langgur 1980.
20. H.Haripranata,S.J.; Ceritera Sejarah Gereja Katolik Di Kei dan Di Irian Barat; tahun… Yogyakarta: Perpustakaan Kolsani dan Perpustakaan Seminari Tinggi Kentungan..
21. Ohoitimur Yohanes; Beberapa Sikap Hidup Orang Kei: antara Ketahanan diri dan Proses perubahan. Unpublish B.A. Thesis,Manado:Sekolah Tinggi Seminari Pineleng;1983.
22. Laksono, P.M.; “ Wuut Aimehe Nifun, Manut Ainmehe Tilur (Eggs from O ne Fish and One Bird) : A Study of Maintenance of Social Boundaries in Kei Island,Ph.D. Thesis. Ithaca: Cornell University, 1990 . Yogyakarta: Perpustakaan Kolsani dan Perpustakaan Seminari Tinggi Kebntungan.

Sekali lagi perlu kita ingat bahwa penuturan sejarah Kei dalam bentuk kisah  lisan sangat banyak versinya. Semoga kita generasi ini menemukan yang lebih mendekati kebenaran ” mereka di zaman dulu Kei, bukan kebenaran kita zaman sekarang”

Mohon maaf bila ada kekeliruan. Saya juga masih mencari terus seperti saudaraku sekalian. Tabe Ain ni ain.

 

 

Peta Kepulauan Kai, Maluku Tenggara, Indonesia

Peta Kepulauan Kai, Maluku Tenggara, Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: